Wednesday, May 27, 2009

Tema Aku, sub tema AKU UNIK

Catatan untuk Pembina

-      Pada usia ini anak sudah mampu menyadari keberadaan dirinya di antara orang lain (ditandai dengan sikap malu-malu, takut, senang, dll)

-      Anak juga sudah dapat memahami secara sederhana perbedaan-perbedaan atau persamaan dirinya dengan orang-orang atau teman di sekitarnya (misalnya, teman bisa menggambar sedangkan aku tidak; rambut temanku ikal sedangkan rambutku lurus; aku senang main masak-masakan sedangkan teman lain senang bermain boneka)

-      Sejalan dengan dengan ciri di atas, anak sudah dapat secara sederhana diajak untuk memahami bahwa dirinya adalah pribadi yang unik, yaitu meskipun ada persamaan dan perbedaan dengan  yang lain, dia adalah pribadi yang menarik, dihargai dan dicintai oleh Tuhan dan sesamanya.

-      Bagi anak usia dini, kegiatan bermain adalah kesempatan pertama di mana anak mengenal diri dan orang lain dengan keunikannya masing-masing.

-      Untuk mengoptimalkan pengenalan akan keunikan dirinya, anak diberi kesempatan bermain dalam Sentra Bermain Peran Makro (sebagai koki, pedagang sayur, polisi lalu lintas dll)  dan Sentra seni (menggambar, mewarnai, playdough, dll). Dalam kesempatan ini anak akan melihat dan mengalami bahwa pilihan, keinginan dan caranya dalam bermain berbeda dengan temannya.

-      Anak membutuhkan suasana atau kondisi yang menyenangkan, bimbingan yang penuh kasih agar dia bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang berbahagia (bersukacita)

 

Tujuan Khusus

Pada akhir pertemuan anak diharapkan:

1.   dapat menyebutkan ciri-ciri dirinya secara lengkap

2.   dapat membandingkan perbedaan-perbedaan dirinya ( fisik dan kesukaannya) dengan teman yang lain

3.   dapat menyebutkan mengapa ada perbedaan dalam memilih jenis, alat dan cara bemain di antara mereka.

4.   berterimakasih kepada Tuhan karena diciptakan sebagai anak yang unik

 

Sumber bahan  : cerita inspirasi dari Mzm 139:13-14

 

Sarana              : Sentra bermain peran makro (koki, pedagang sayur, polisi lalu lintas) dan

                          Sentra seni (menggambar, mewarnai, playdough, dll)

 

Metode : bercerita, tanya jawab, bermain

 

Waktu pertemuan :  120 menit

 

Proses Katekese

 

Prakondisi  :    

Pembina menyambut kedatangan anak dengan hangat

-         ucapan salam dan tegur sapa

-         berjabat tangan/kontak fisik lainnnya

-         mengajak anak bermain bebas sambil menunggu kedatangan teman-teman lain

 

1. Pembukaan

-       salam

-       Doa pembukaan

-       Pengantar/menyanyikan sebuah lagu

·           Pembina mengajak anak berkumpul dan duduk untuk memulai pertemuan

·           Pembina menghantar anak berdoa: Siapa yang memimpin doa pembukaan hari ini?

·           Tema hari ini adalah “Aku Unik “ (setiap anak adalah pribadi yang menarik; berbeda satu dengan yang lain; berharga; dicintai oleh Tuhan dan sesama, )

·           Pembina mengajak anak-anak menyanyikan lagu yang sesuai/dekat dengan tema, misalnya ”Burung Pipit yang Kecil”

 

1.      Menggali pengalaman anak

 

·           Pembina mengajak anak memperhatikan dirinya dan teman-teman di sekitarnya,  lalu pembina mengajukan pertanyaan:

-      Adakah di antara kamu yang sama wajahnya?

-      Mengapa setiap orang berbeda dari yang lainnya?

-      Apa yang akan terjadi jika setiap orang sama dengan yang lainnya (tidak memiliki perbedaan)?

-      Apa saja/di mana perbedaan dirimu dengan temanmu?

·           Pembina mengajak anak-anak menemukan kekhasan dirinya masing-masing, misalnya rambutnya, kulitnya, matanya dsb. Pembina menghantar anak mengagumi kekhasan masing-masing.

·           Pembina menegaskan bahwa di seluruh dunia dari dulu sampai selama-lamanya, tidak ada dua orang yang sama meskipun bersaudara. Setiap orang hanya ada satu saja. Itu yang disebut unik.

 

3. Penyajian cerita Kitab Suci : Mzm 139:13-14

-         Pembina menceritakan secara singkat inti Kitab Suci: Mzm 139:13-14

                  Dahulu kala, orang yang menulis Mazmur juga kagum pada Tuhan.

                  Dia juga bertanya dari mana manusia ini?

                  Siapa yang menciptakan manusia ini?

                  Hebat sekali Tuhan itu!

                  Tuhan sangat sayang pada semua  manusia satu persatu.

                  Tuhan menyayangi setiap orang.

                  Tidak seorang pun yang tidak dicintai Tuhan.

                  Lalu pemazmur menulis dalam Kitab Suci, begini:

                  Manusia diciptakan oleh Allah.

                  Allah menciptakan manusia di dalam kandungan ibu.

                  Di dalam Kitab Suci dituliskannya: “Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.”

 

4.  Pendalaman Kitab Suci

·        Siapa yang kagum kepada Tuhan dalam cerita Kitab Suci tadi?

·        Apa saja yang ditanyakan oleh penulis Mazmur?

·        Siapa yang menciptakan manusia?

·        Bagaimanakah manusia yang diciptakan Allah itu?

·        Apa yang harus kamu lakukan terhadap teman-teman yang berbeda dengan kamu?

·        Apa yang akan kamu lakukan kepada Tuhan karena   diciptakan sebagai anak yang unik?

 

  1. Kesimpulan/Pesan

            Pembina menyimpulkan jawaban anak-anak, misalnya:

·        Kita semua berbeda karena dilahirkan oleh papa dan mama yang berbeda, kakek nenek yang berbeda. Yang lahir dari papa dan mama yang sama juga berbeda. Coba lihat yang kakak-beradik kandung.

·        Tuhan itu hebat, seperti yang ditulis dalam Kitab Suci. Ia menciptakan kita.

·        Kalau kita semuanya sama, kita semua akan bingung dan bosan sekali. Juga tidak ada lagi yang menarik dan istimewa.

·        Oleh karena itu, kita menghargai setiap orang yang berbeda. Tidak marah karena kita berbeda dengan anak-anak yang lain. Kita bangga dengan diri kita masing-masing, karena di dunia ini ”aku” ini tidak ada duplikatnya, tidak ada yang sama. Aku hanya ada satu-satunya di dunia ini, tidak ada gantinya.

·        Kita berterimakasih kepada Tuhan karena telah menciptakan kita masing-masing tidak sama dengan yang lain. Hanya ada satu Dinda atau Sera untuk selama-lamanya.

 

Pembina mengajak anak mengucapkan kembali hal-hal yang menjadi inti pesan Kitab Suci secara bersama-sama dengan mengulangi kata-kata pembina:

·        Aku adalah unik. Tidak ada yang sama denganku.

·        Aku berbeda dengan teman-temanku

·        Tuhanlah yang menjadikan aku sebagai anak yang unik

·        Aku anak yang unik, aku menarik, berharga dan dicintai oleh Tuhan dan sesama.

·        Aku berterimakasih kepada Tuhan dengan berdoa setiap hari

 

  1. Aktifitas Bermain dalam Sentra Main Peran Makro dan Main Bahan Alam      

Pembina dari setiap sentra mempersiapkan langkah-langkah kegiatan bermain, kemudian memberi pengantar untuk masing-masing sentra.

            a. Sentra Bermain Peran Makro:

·        Pembina mengingatkan bahwa setiap anak adalah unik. Itu berarti bahwa setiap anak mempunyai kesukaan atau kesenangan yang berbeda. Sesuai kesenangannya, anak boleh memilih peran dan alat permainan yang sesuai dan sudah tersedia di sentra bermain. Siapa yang suka memasak, jadi koki, boleh bermain dengan peralatan masak. Siapa yang suka jadi pedagang sayur, boleh bermain dengan sayur-sayuran, mengatur dagangannya dan menawarkan pada teman-temannya. Yang mau jadi polisi lalu lintas boleh memakai lat-alat kerjanya dan mulai mengatur lalu lintas (dst sesuai alat permainan yang disediakan).

            b. Sentra Seni

·        Pembina juga mengingatkan bahwa setiap anak adalah unik. Itu berarti bahwa setiap anak mempunyai kesukaan atau kesenangan yang berbeda. Sesuai kesenangannya, anak boleh memilih bahan dan alat permainan yang sesuai dan sudah tersedia di sentra bermain. Siapa yang suka menggambar, boleh mengambil kertas dan krayon yang tersedia, lalu mulai menggambar apa saja yang disukai. Yang suka mewarnai, boleh memilih gambar yang tersedia dan mulai mewarnai. Ada yang suka membuat patung? Di sini ada plastisin untuk membuat patung orang, binatang, dll.

 

  1. Refleksi

Setelah membereskan semua alat bermain dan menyimpan pada tempatnya, ana-anak diajak duduk melingkar.

·           Kemudian pembina mengajukan beberapa pertanyaan reflektif kepada anak-anak:

Untuk peran makro

-      Coba ceritakan masing-masing, tadi kamu bermain peran sebagai apa?

-      Apa yang kamu kerjakan waktu kamu bermain sebagai koki, pedagang sayur, polisi lalu lintas?

-      Mengapa kalian memilih permainan yang berbeda-beda?

 

Untuk kegiatan seni

-      Siapa yang mau bercerita tentang kegiatan bermain tadi?

-      Coba ceritakan masing-masing, apa yang kamu gambar/warnai/bentuk dengan plastisin tadi!

-      Mengapa kalian memilih alat bermain yang berbeda-beda?

-      Mengapa gambar/warna gambar/bentuk yang dibuat berbeda-beda?

·           Pembina menuliskan kata koki, sayur, polisi, merah, hijau, Tuhan, untuk dikenal anak-anak.

·           Lalu Pembina  menceritakan apa yang diamati selama anak bermain: bahwa dalam kegiatan bermain tadi ternyata anak yang satu dan yang lain memilih permainan yang berbeda. Penampilan anak-anak juga berbeda. Ada yang senang/gembira sekali tapi ada juga yang biasa-biasa saja. Mungkin juga ada yang tidak senang. Ada yang bermain sambil berteriak, bicara banyak, ada juga yang diam saja. Itu tandanya bahwa setiap anak adalah unik!

 

Peneguhan: Setiap orang berbeda. Setiap orang adalah unik. Tuhanlah yang menjadikan setiap orang itu unik.  Apa yang akan kamu lakukan pada dirimu yang unik?

 

8.      Perutusan

            Yang bisa dan akan kulakukan antara lain:

·        Rajin belajar membaca dan menulis

·        Membantu papa dan mama untuk hal yang bisa kulakukan.

·        Memuji Tuhan dengan berdoa

 

  1. Pesan Emas    : ”Tuhanlah yang menenun aku dalam kandungan ibuku”

 

  1. Persembahan

 

  1. Doa syukur atas makanan yang akan diterima – pembagian makanan

 

  1. Menyanyi dan doa penutup

 

 

 

No comments:

Post a Comment

Post a Comment